Tugas Backgrounders II
Backgrounders PSSI
(Persatuan Sepak Bola Seluruh
Indonesia)
• Sejarah PSSI
PSSI (Persatuan
Sepak bola Seluruh Indonesia) adalah organisasi induk yang bertugas mengatur
kegiatan sepak bola di Indonesia. Dibentuk pada tanggal 19 April 1930 di
Yogyakarta dan diprakarsai oleh Ir.Soeratin Sosrosoegondo. Dalam perjalananya,
PSSI bergabung dengan badan sepak bola dunia, yaitu Federation Internationale
De Football Association (FIFA) pada tahun 1952. Selain itu PSSI juga bergabung
dengan badan sepak bola asia, Asian Football Confederation (AFC) pada tahun
1954. Timnas Indonesia masuk piala dunia untuk pertama kali pada tahun 1938 di
Perancis, tahun 1962 menjadi tuan rumah Asian Games, tahun 1972 masuk Piala
Dunia U-20 di Jepang, serta pada tahun 2007 menjadi tuan rumah Piala Asia
Bersama Thailand, Malaysia, dan Vietnam.
PSSI juga menggelar berbagai kompetisi dan
turnamen, seperti Liga Indonesia atau Liga 1, Liga 2, Liga 3, Liga 1 Putri,
Piala Indonesia, Elite Pro Academy, Piala Soeratin, dan Piala Pertiwi.
•
Awal Mula
Berdirinya PSSI
PSSI didirikan
oleh seorang insinyur sipil bernama Soeratin Sosrosoegondo. Beliau
menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Teknik Tinggi di Heckelenburg, Jerman
pada tahun 1927 dan kembali ke tanah air pada tahun 1928. Ketika kembali ke
tanah air Soeratin bekerja pada sebuah perusahaan bangunan Belanda "Sizten en Lausada" yang berpusat di
Yogyakarta. Di sana ia merupakan satu - satunya orang Indonesia yang duduk
dalam jajaran petinggi perusahaan konstruksi yang besar itu. Akan tetapi,
didorong oleh jiwa nasionalis yang tinggi Soeratin mundur dari perusahaan
tersebut.
Setelah berhenti
dari "Sizten en Lausada" ia
lebih banyak aktif di bidang pergerakan, dan sebagai seorang pemuda yang gemar
bermain sepak bola, Soeratin menyadari sepenuhnya untuk mengimplementasikan apa
yang sudah diputuskan dalam pertemuan para pemuda Indonesia 28 Oktober 1928
(Sumpah Pemuda) Soeratin melihat sepak bola sebagai wahana terbaik untuk
menyemai nasionalisme di kalangan pemuda, sebagai tindakan menentang Belanda.
Untuk melaksanakan cita - citanya itu, Soeratin mengadakan pertemuan demi pertemuan dengan tokoh - tokoh sepak bola di Solo, Yogyakarta, dan Bandung . Pertemuan dilakukan dengan kontak pribadi menghindari sergapan Polisi Belanda (PID). Kemudian ketika diadakannya pertemuan di hotel kecil Binnenhof di Jalan Kramat 17, Jakarta dengan Soeri - ketua VIJ (Voetbalbond Indonesische Jakarta) bersama dengan pengurus lainnya, dimatangkanlah gagasan perlunya dibentuk sebuah organisasi persepakbolaan kebangsaan, yang selanjutnya dilakukan juga pematangan gagasan tersebut di kota Bandung, Yogya dan Solo yang dilakukan dengan tokoh pergerakan nasional seperti Daslam Hadiwasito, Amir Notopratomo, A Hamid, Soekarno (bukan Bung Karno), dan lain - lain. Sementara dengan kota lainnya dilakukan kontak pribadi atau kurir seperti dengan Soediro di Magelang (Ketua Asosiasi Muda).
Kemudian pada tanggal 19 April 1930, berkumpullah wakil - wakil dari VIJ (Sjamsoedin - mahasiswa RHS); wakil Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond (BIVB) Gatot; Persatuan Sepakbola Mataram (PSM) Yogyakarta, Daslam Hadiwasito, A.Hamid, M. Amir Notopratomo; Vortenlandsche Voetbal Bond (VVB) Solo Soekarno; Madioensche Voetbal Bond (MVB), Kartodarmoedjo; Indonesische Voetbal Bond Magelang (IVBM) E.A Mangindaan (saat itu masih menjadi siswa HKS/Sekolah Guru, juga Kapten Kes.IVBM) Soerabajashe Indonesische Voetbal Bond (SIVB) diwakili Pamoedji. Dari pertemuan tersebut maka, lahirlah PSSI (Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia) nama PSSI ini diubah dalam kongres PSSI di Solo 1950 menjadi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia yang juga menetapkan Ir. Soeratin sebagai Ketua Umum PSSI.
Begitu PSSI terbentuk, Soeratin dkk segera menyusun program yang pada dasarnya "menentang" berbagai kebijakan yang diambil pemerintah Belanda melalui NIVB. PSSI melahirkan "stridij program" yakni program perjuangan seperti yang dilakukan oleh partai dan organisasi massa yang telah ada. Kepada setiap bonden/perserikatan diwajibkan melakukan kompetisi internal untuk strata I dan II, selanjutnya ditingkatkan ke kejuaraan antar perserikatan yang disebut "Steden Tournooi" dimulai pada tahun 1931 di Surakarta .
Kegiatan sepakbola kebangsaan yang digerakkan PSSI , kemudian menggugah Susuhunan Paku Buwono X, setelah kenyataan semakin banyaknya rakyat pesepakbola di jalan - jalan atau tempat - tempat dan di alun - alun, di mana Kompetisi I perserikatan diadakan. Paku Buwono X kemudian mendirikan stadion Sriwedari lengkap dengan lampu, sebagai apresiasi terhadap kebangkitan "Sepak bola Kebangsaan" yang digerakkan PSSI. Stadion itu diresmikan Oktober 1933. Dengan adanya stadion Sriwedari ini kegiatan persepakbolaan semakin gencar.
Lebih jauh Soeratin mendorong pula pembentukan badan olahraga nasional, agar kekuatan olahraga pribumi semakin kokoh melawan dominasi Belanda. Tahun 1938 berdirilah ISI (Ikatan Sport Indonesia), yang kemudian menyelenggarakan Pekan Olahraga (15-22 Oktober 1938) di Solo.
Karena kekuatan dan kesatuan PSSI yang kian lama kian bertambah akhirnya NIVB pada tahun 1936 berubah menjadi NIVU (Nederlandsh Indische Voetbal Unie) dan mulailah dirintis kerjasama dengan PSSI. Sebagai tahap awal NIVU mendatangkan tim dari Austria "Winner Sport Club " pada tahun 1936.
Pada tahun 1938 atas nama Dutch East Indies, NIVU mengirimkan timnya ke Piala Dunia 1938, namun para pemainnya bukanlah berasal dari PSSI melainkan dari NIVU walaupun terdapat 9 orang pemain pribumi / Tionghoa. Hal tersebut sebagai aksi protes Soeratin, karena beliau menginginkan adanya pertandingan antara tim NIVU dan PSSI terlebih dahulu sesuai dengan perjanjian kerjasama antara mereka, yakni perjanjian kerjasama yang disebut "Gentelemen's Agreement" yang ditandatangani oleh Soeratin (PSSI) dan Masterbroek (NIVU) pada 5 Januari 1937 di Jogyakarta. Selain itu, Soeratin juga tidak menghendaki bendera yang dipakai adalah bendera NIVU (Belanda). Dalam kongres PSSI 1938 di Solo, Soeratin membatalkan secara sepihak perjanjian dengan NIVU tersebut.
Soeratin mengakhiri tugasnya di PSSI sejak tahun 1942, setelah sempat menjadi ketua kehormatan antara tahun 1940 - 1941, dan terpilih kembali di tahun 1942.
Masuknya balatentara Jepang ke Indonesia menyebabkan PSSI pasif dalam berkompetisi, karena Jepang memasukkan PSSI sebagai bagian dari Tai Iku Kai, yakni badan keolahragaan bikinan Jepang, kemudian masuk pula menjadi bagian dari Gelora (1944) dan baru lepas otonom kembali dalam kongres PORI III di Yogyakarta (1949).
• Visi & misi
Visi
Menjadikan sepak bola Indonesia juara di Asia serta masuk
Piala Dunia.
Misi
1. Memodernisasi
pembinaan sepak bola Indonesia serta Digitalisasi
2. Mendirikan
Soccer Camp
3. Mendirikan
kantor PSSI
4. Bekerja
sama dengan pemerintah
• Total karyawan : 90 orang per 2013
(belum update sampai sekarang)
Ketua umum :
Mochammad Iriawan
Wakil ketua umum I : Iwan Budianto
Wakil ketua umum II : Cucu Soemantri
• Jenis Product
• Mills
Timnas Indonesia Garuda Poloshirt
• Mills
Timnas Baju Latihan Garuda Training
• Mills
Timnas Indonesia Football Short Third
• Mills
Timnas Indonesia Football Short Training Camp
• Mills
Timnas Indonesia Jersey Keeper Home
• Mills
Timnas Indonesia Jersey Keeper Away
• Mills
Timnas Indonesia Jersey Keeper Third
• Mills
Timnas Indonesia Jersey Home
• Mills
Timnas Indonesia Jersey Away
• Mills
Timnas Indonesia Jersey Third
•
Mills Timnas Indonesia Garuda Track Jacket
• Mills
Timnas Indonesia Pre-Match Jersey
• Mills
Timnas Indonesia Jersey Home Woman
• Mills
Timnas Indonesia Jersey Away Woman
• Investor
PT Elang Mahkota Teknologi Tbk
PT Elang
Mahkota Teknologi Tbk, atau EMTEK kembali memegang hak siar pertandingan BRI
Liga 1 2021/2022. Emtek berkomitmen untuk menyiarkan pertandingan-pertandingan
sepak bola Indonesia yang berkualitas.
BRI Liga 1
2021/2022 menjadi musim keempat yang akan disiarkan oleh Emtek Group melalui
siaran langsung televisi dan Indosiar. Emtek Group akan mengerahkan seluruh
jaringannya yakni Indosiar dan O Channel untuk menyiarkan siaran langsung dan
Vidio Emtek Group akan menyiarkan semua pertandingan yang ada di BRI Liga 1
2021/2022 yakni 306 pertandingan. Masyarakat Indonesia bisa memilih untuk
menonton secara langsung melalui televisi atau live streaming.ntuk siaran live
streaming.
• Jenis CSR
PSSI telah membentuk Divisi Pembinaan Supporter untuk
bersinergi dengan semua komponen guna menciptakan sepak bola Indonesia yang
lebih baik. Karenanya, PSSI merencanakan program pembinaan suporter. Kegiatan
tersebut di antaranya melalui kegiatan Edukasi Regulasi, semacam Training For
Trainers dari para
Advocates/pendamping komunitas supporter kepada anggota di
masing-masing wilayah. Selain itu juga rencana Sarasehan berupa urun rembug
guna saling menyerap dan memahami kegiatan social-budaya di masing-masing
komunitas, memfasilitasi kegiatan ekonomi dalam upaya mensejahterakan anggota,
serta aksi sosial yang melibatkan supporter melalui kegiatan donor darah dari
para supporter dengan tajuk One Blood One Nation.
Penghargaan yang pernah didapat PSSI :
Federasi Sepak bola Indonesia (PSSI), mendapat penghargaan dalam acara ASEAN Football Federation (AFF) Awards Night 2019 di Hanoi, Vietnam, Rabu (8/11) malam. PSSI dianugrahi penghargaan "Member Association Of The Year".
Indonesia mendapat penghargaan karena dinilai terbaik dalam melakukan pengelolaan kompetisi internasional dan domestik. Selain itu dinilai baik dalam pengelolaan manajemen dan administrasi secara profesional, serta dinilai baik dalam pengembangan usia muda untuk wasit, pelatih dan pemain. Penghargaan Anggota Asosiasi AFF tahun ini diserahkan secara langsung oleh Presiden AFF Mayjen Khiev Sameth kepada Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria yang hadir pada upacara Penghargaan AFF malam ini.
Selain penghargaan itu, pemain Indonesia Riko Simanjuntak juga terpilih masuk dalam jajaran 11 pemain terbaik dari AFF. Pemain klub Persija Jakarta ini masuk bersama pemain lain, seperti Dang Van Lam, Muhammad Syahmi Safari, Que Ngoc Hai, Muhammad Safuwan Baharuddin, Korrakot Wiriya-Udomsiri, Stephan Shrock, Mohamed Syamer Kutty Abas, Sanrawat Dechmitr, Norshahrul Idlan Talaha, dan Nguyen Quang Hai.
Di kategori pemain sepak bola pria terbaik tahun ini, jatuh kepada Nguyen Quang Hai yangmemimpin tim Vietnam pada gelaran AFF Suzuki Cup tahun lalu. Untuk kategori pemain sepak bola wanita terbaik tahun ini, diberikan kepada pemain Thailand, Pitsamai Sornsai, yang tampil dalam Piala Dunia Wanita.
Suphanat Mueanta asal Thailand meraih Pemain Muda Terbaik dari AFF. Untuk kategori pelatih terbaik tahun ini, diberikan untuk pelatih Vietnam, Park Hang Seo dan Nuengrutai Srathongvian asal Thailand untuk pelatih sepak bola wanita terbaik.Terakhir, tim terbaik tahun ini diberikan untuk Vietnam di sepak bola pria, dan Thailand untuk sepak bola wanita.
"Kita sangat bersyukur, karena semua hasil kerja keras kita dinilai positif dan mendapatkan apresiasi. Semoga penghargaan ini semakin memotivasi kita untuk lebih bekerja keras untuk menghasilkan output positif untuk sepak bola Indonesia," kata Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria.
-Finish-
Informasi lebih lanjut :
https://www.pssi.org/about/history-description
https://jakarta.ayoindonesia.com/sport/pr-76744044/PSSI-Membina-Suporter-Lewat Berbagai-Kegiatan https://www.bola.com/indonesia/read/4630297/emtek-group-resmi-siarkan-bri-liga-1
2021-2022-ada-306-pertandingan

Comments
Post a Comment